Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Sedimen di Muara Sungai Kota Balikpapan

Authors

  • Sufriady Syam Universitas Muhammadiyah Berau

DOI:

https://doi.org/10.30736/6ijev.v6iss2.366

Keywords:

Tingkat sedimentasi, Tekstur sedimen, Redoks potensial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi terbentuknya sedimen pada muara sungai di Teluk Balikpapan, (2) Mengetahui tingkat sedimentasi di Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung, (3) Mengetahui kualitas air dan kualitas sedimen dasar perairan di muara Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung. Penelitian dilaksanakan di 5 (lima) stasiun muara sungai yakni di muara Sungai Somber, Wain, Tengah, Berenga, dan Tempadung Teluk Balikpapan. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis paramater oseanografi (Arah dan kecepatan arus, pasang surut, bathimetri, salinitas, pH, angin, curah hujan, dan debit air), analisis sedimen dasar (Tekstur sedimen, bentos, redoks potensial) dan sedimen suspensi (TSS). Tahapan penelitian terdiri dari tahap persiapan, pengumpulan data, dan analisis data.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor dominan yang  mempengaruhi terbentuknya sedimen pada  muara sungai di Teluk Balikpapan adalah arus perairan oleh fluktuasi pasang surut yang menyebabkan tercampur dan terendapkannya sedimen di dasar perairan, (2) Tingkat sedimentasi tertinggi diperoleh di Muara Sungai Berenga dan Tempadung; (3.a) Tingkat kekeruhan perairan tertinggi diperoleh di Muara Sungai Berenga dan Tempadung sehingga turut mempengaruhi penurunan kualitas air; (3.b) Kualitas sedimen dasar perairan di setiap stasiun pengamatan menunjukkan sedimen dalam kondisi teroksidasi walaupun pada Muara Sungai Somber dan Muara Sungai Wain mempunyai aktifitas elektron lebih tinggi dibanding Muara Sungai Tengah, Berenga, dan Tempadung  dengan nilai redoks potensial (Eh) berada pada mintakat diskontinyu

Kata kunci: Tingkat sedimentasi, Tekstur sedimen, Redoks potensial

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Balikpapan, 2014. Laporan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Balikpapan, Kalimantan Timur;

Kelompok Kerja Erosi dan Sedimentasi. Kajian Erosi dan Sedimentasi pada DAS Teluk Balikpapan. 2002. Program Proyek Pesisir Kaltim Balikpapan;

Badan Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Tahun 2013 – 2014

Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, 2013. Laporan Akhir Masterplan Drainase Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Badan Informasi Geospasial, 2015. Peta Rupa Bumi Wilayah Teluk Balikpapan, RBI 1814-64.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Balikpapan, 2015. Peta revisi RTRW 2012 – 2032.

Badan Informasi Geospasial, 2015. Data Pasang Surut Balikpapan, Time Zone : GMT, Lat : -1.27 Long : 116.81, 2015

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Balikpapan, 2015.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, 2015. Data debit air sungai Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 2015, Data Angin dan Curah Hujan Kota Balikpapan.

Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan, 2014. Data batimetri dan endapan sedimen Teluk Balikpapan.

Notodarmono, AR. YS., Sukarmadijaya, H., Miharja, DK., Notodarmojo, S. Pengaruh Salinitas Terhadap Distribusi Kecepatan Pengendapan Partikel Koloid, (Studi kasus di Estuari Banjir Kanal Timur, Semarang). 2008. Program Pascasarjana Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung, Jurnal Teknik Lingkungan Volume 14 Nomor 2, Oktober 2008 (Hal. 70-81).

Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, 2015. Balikpapan Dalam Angka 2014. Balikpapan, Kalimantan Timur.

Laboratorium Kualitas Air Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Mulawarman, 2015.

Kementerian Lingkungan Hidup, 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk biota laut.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2022-09-23

How to Cite

Syam, S. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Sedimen di Muara Sungai Kota Balikpapan. Jurnal EnviScience (Environment Science), 6(2), 124–136. https://doi.org/10.30736/6ijev.v6iss2.366

Issue

Section

Artikel