Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura

Authors

  • Astri Rino Okvitasari Politeknik Negeri Madura http://orcid.org/0009-0005-0491-0233
  • Fadlilatin Nailah Politeknik Negeri Madura
  • Retno Syahriawati Dewi Politeknik Negeri Madura
  • Agus Muji Santoso Universitas Nusantara PGRI Kediri

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v9i1.817

Keywords:

Fiber, Film, Fragment, Microplastics, Sampang

Abstract

Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhkan waktu yang lama, diperkirakan diperlukan waktu puluhan tahun atau abad untuk menguraikan mikroplastik yang resisten. Padatnya penduduk di Kecamatan Sampang membuat aktivitas manusia semakin tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan Sampang, Madura. Metode purposive sampling  digunakan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel dan untuk memperoleh titik koordinat sampel menggunakan metode Global Positioning System (GPS).  Identifikasi jenis kelimpahan  mikroplastik menggunakan metode yang direkomendasikan oleh NOAA. Hasil kelimpahan mikroplastik dipengaruhi oleh titik lokasi sampel dan bentuk mikroplastik (p-value sebesar 0.000 < 0.05). Rata-rata total kelimpahan mikroplastik sebesar 104.54 x 102 partikel/liter. Ragam mikroplastik yang ditemukan ialah jenis fragment, fiber, dan film. Fragment merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di perairan dengan total rata-rata 9.56  x 102 partikel/liter, fiber dengan total rata-rata 5.06 x 102 partikel/liter, dan film dengan total rata-rata 2.80 x 102 partikel/liter. Sumber pencemaran mikroplastik di perairan Sampang berasal dari aktivitas antropogenik seperti domestik dari kegiatan masyarakat, pertanian, perikanan, dan transportasi dari pelabuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini N. Pengelolaan Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kemuning Kabupaten Sampang Madura sebagai Upaya Pencegahan Banjir pada Daerah Hilir. [Internet] [Sarjana]. Universitas Brawijaya; 2013 [cited 2025 Mar 10]. Available from: https://repository.ub.ac.id/id/eprint/129480/

Agustini L, INFRASTRUKTUR BKMA. Pengelolaan Tata Guna Lahan Sebagai Penanganan Banjir DAS Kemoning, Kabupaten Sampang. 2016;

Muliawati T, Supmawati M, Rahmawati E, Aula NT. Estimasi Jumlah Mismanaged Plactic Waste (MPW) Berdasarkan Kenaikan Populasi: Studi Kasus 30 Negara Tahun 2019-2022. Indonesian Journal of Applied Mathematics. 2024;4(1):26–34.

Argiandini DM. Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik di Sekitar Perairan Provinsi Gorontalo. EPJ. 2023 Jun 13;3(1):582–8.

Haji ATS, Widiatmono JBR, Firdausi NT. Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Air Permukaan di Sungai Metro, Malang. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 2021 Aug 16;8(2):74–84.

Fajariyah AL, Cikusin Y, Khoiron K. Manajemen Pengelolaan Sampah Di KabupatenSampang. Respon Publik. 2020;14(2):48–54.

Barnes DKA, Galgani F, Thompson RC, Barlaz M. Accumulation and fragmentation of plastic debris in global environments. Phil Trans R Soc B. 2009 Jul 27;364(1526):1985–98.

Victoria A. Kontaminasi Mikroplastik di Perairan Tawar. 2016 Dec 5;

Schmid C, Cozzarini L, Zambello E. Microplastic’s story. Marine Pollution Bulletin. 2021 Jan 1;162:111820.

Kowalski N, Reichardt AM, Waniek JJ. Sinking rates of microplastics and potential implications of their alteration by physical, biological, and chemical factors. Marine Pollution Bulletin. 2016 Aug 15;109(1):310–9.

Jambeck JR, Geyer R, Wilcox C, Siegler TR, Perryman M, Andrady A, et al. Plastic waste inputs from land into the ocean. science. 2015;347(6223):768–71.

Ambarsari DA, Anggiani M. KAJIAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI WILAYAH INDONESIA. Oseana. 2022;47(1):20–8.

Mahadika RS. Identifikasi Mikroplastik Di Perairan Dan Pesisir Laut Kabupaten Purworejo. 2022 Feb 5 [cited 2023 Jul 24]; Available from: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38106

Browne MA, Crump P, Niven SJ, Teuten E, Tonkin A, Galloway T, et al. Accumulation of Microplastic on Shorelines Woldwide: Sources and Sinks. Environ Sci Technol. 2011 Nov 1;45(21):9175–9.

Sugiyono S. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta. 2016;1–11.

Ayuingtyas WC, Yona D, Julinda SH, Iranawati F. Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan Di Banyuurip, Gresik, Jawa Timur. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research). 2019 Apr 22;3(1):41–5.

Wulandari S, Radjasa O, Yulianto B, Munandar B. Pengaruh Musim dan Pasang Surut Terhadap Konsentrasi Mikroplastik di Perairan Delta Sungai Wulan, Kabupaten Demak. Buletin Oseanografi Marina. 2022 Jun 1;11:215–20.

Masura J, Baker JE 1959-, Foster GD (Gregory D, Arthur C, Herring C. Laboratory methods for the analysis of microplastics in the marine environment : recommendations for quantifying synthetic particles in waters and sediments. Marine Debris Program (U.S.), editor. 2015; Available from: https://repository.library.noaa.gov/view/noaa/10296

Layn AA, Emiyarti I. Distribusi mikroplastik pada sedimen di perairan Teluk Kendari. Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan). 2020;5(2):115–22.

Wang Z, Zhang Y, Kang S, Yang L, Shi H, Tripathee L, et al. Research progresses of microplastic pollution in freshwater systems. Science of The Total Environment. 2021 Nov 15;795:148888.

Sandra SW, Radityaningrum AD. Kajian Kelimpahan Mikroplastik di Biota Perairan. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2021 Nov 1;19(3):638–48.

Peng G, Zhu B, Yang D, Su L, Shi H, Li D. Microplastics in sediments of the Changjiang Estuary, China. Environmental Pollution. 2017;225:283–90.

Shukur SA, Hassan FM, Fakhry SS, Ameen F, Stephenson SL. Evaluation of microplastic pollution in a lotic ecosystem and its ecological risk. Marine Pollution Bulletin. 2023 Sep 1;194:115401.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

Okvitasari, A. R., Fadlilatin Nailah, Retno Syahriawati Dewi, & Agus Muji Santoso. (2025). Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura. Jurnal EnviScience (Environment Science), 9(1), 84–95. https://doi.org/10.30736/jev.v9i1.817