Analisis Konsentrasi PM₁₀ di Desa Rengel Akibat Penambangan Batu Kapur

Authors

  • Elsa Agustiana Universitas Bojonegoro
  • Heri Mulyanti Universitas Bojonegoro
  • Solikhati Indah Purwaningrum Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v9i1.833

Keywords:

Penambangan Batu Kapur, Pencemaran Udara, PM10

Abstract

Pencemaran udara merupakan masuknya berbagai bahan kimia yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemaran udara akibat aktivitas penambangan batu kapur dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar, terutama melalui partikel udara PM₁₀ (Particulate Matter <10 µm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara di Desa Rengel akibat aktivitas penambangan batu kapur berdasarkan konsentrasi PM₁₀ serta membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel di Dusun Purboyo Mayang Sekar, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Sampel diambil selama tujuh hari pada dua rentang waktu, yaitu pagi (10.00–11.00 WIB) dan siang (13.00–14.00 WIB), dengan pencatatan setiap lima menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM₁₀ tertinggi terjadi pada hari kerja (Sabtu–Kamis) pada pukul 10.45 WIB dengan nilai 79 µg/m³, sedangkan konsentrasi terendah pada hari kerja tercatat pada pukul 13.35 WIB dengan nilai 40 µg/m³. Pada hari libur (Jumat), konsentrasi tertinggi tercatat pada pukul 13.10 WIB sebesar 32 µg/m³, sementara konsentrasi terendah pada pukul 10.05 WIB sebesar 20 µg/m³. Konsentrasi PM₁₀ yang melebihi baku mutu udara ambien (75 µg/m³) ditemukan pada beberapa hari kerja, yaitu Selasa siang (76 µg/m³), Sabtu pagi (77 µg/m³), dan Minggu pagi (76 µg/m³). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas penambangan batu kapur di Desa Rengel berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi PM₁₀, dengan beberapa pengukuran melebihi ambang batas baku mutu udara ambien.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daftar Pustaka

Al Idrus SW. Pencemaran udara akibat pengolahan batu kapur di Dusun Open Desa 112 Mangkung Praya Barat. J Pijar MIPA. 2013;8(2):85–90.

Purnamasari S. Analisis risiko kesehatan lingkungan pada air tanah dan udara Kawasan Gunung Kapur Puger Kabupaten Jember. 2018;54–81.

Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. No Title. 2014;

Wulandari A. Analisis risiko kesehatan lingkungan pajanan Particulate Matter (PM10) pada pedagang kaki lima akibat aktivitas transportasi (Studi Kasus : Jalan Kaligawe Kota Semarang). J Kesehat Masy. 2016;4(3):677–90.

Nurbiantara S. Pengaruh polusi udara terhadap fungsi paru pada polisi lalu lintas di Surakarta. Universitas Sebelas Maret; 2010.

Sugiyono. Metode penelitian bisnis. 2010;

Kamaruzzaman NA. Influence of quarry activities on PM10 concentration in the surrounding environment. Environ Monit Assess. 2019;

Cahyadi W, Achmad B, Suhartono E, Razie F. Pengaruh faktor meteorologis dan konsentrasi Partikulat (PM10) terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (Studi Kasus Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru Tahun 2014-2015). 2016;12(3):302–11.

Apriyanto Y. Prediksi kadar Particulatte Matter (PM10) untuk pemantauan kualitas udara menggunakan jaringan syaraf tiruan studi kasus Kota Pontianak. 2018;8(1):15–20.

Anggraini FJ, Handika RA, Rhodiyah Z, Septiani D. Analisis konsentrasi dan komposisi kandungan logam pada PM10 di udara roadside saat malam hari (Studi Kasus : Jalan Hos Cokroaminoto Kota Jambi). J Daur Lingkung. 2020;

Budianto W. Analisis hubungan kualitas udara ambien dengan kejadian penyakit ISPA. Universitas Indonesia; 2008.

Winata B. Paparan konsentrasi pencemar CO yang dipengaruhi oleh faktor meteorologi pada area Jalan Malioboro. 2020;

Melinda S, Nuryanto. Identifikasi Sumber Particulate Matter 2,5 di Sorong Berdasarkan Hysplit Backward Trajectory. Bull GAH Bariri. 2023;4(1):11–20.

Gupta A. Impact of meteorological parameters on PM10 dispersion in mining areas. Environ Monit Assess. 2019;19(5):300.

McTanish G. Wind erosion and PM10 emissions from mining regions: A case study. Atmos Environ. 2018;174:107–17.

Pathak S. Effect of humidity and rainfall on particulate matter in limestone mining zones. J Environ Sci Pollut Res. 2020;27:6523–35.

Gusnita D, Choliniawati N. Pola Konsentrasi dan Trayektori Polutan PM2,5 serta Faktor Meteor di Kota Jakarta. Junal Kim dan Pendidik Kim. 2019;4(3):152–63.

Ramayana K, Istirokhatun T, Sudarno. Pengaruh jumlah kendaraan faktor meteorologis (suhu, kelembaban, kecepatan angin) terhadap peningkatan konsentrasi gas pencemar CO (Karbon Monoksida) pada persimpangan jalan Kota Semarang (Studi Kasus Jalan Karangrejo Raya, Sukun Raya, dan Ngesrep Timur V. Universitas Diponegoro; 2013.

Purwaningrum SI, Lestari RA, Handika RA. Analisis risiko karsinogenik paparan PM10 terhadap pedagang di Kelurahan Pasar Jambi. 2019;

Hartanto I, Fevria R. Dampak penambangan batu kapur Bukit TUI terhadap kualitas udara di Kota Padang Panjang. Menara Ilmu. 2017;

Wellid I, Fachriansyah MR, Markus M, Yuningsih N, Sumeru K. Kaji Eksperimental Konsentrasi Pm10 Di Kawasan Industri Batu Gamping Padalarang Dan Sekitarnya. J Ilmu Lingkung. 2023;17(1):11.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

Elsa Agustiana, Mulyanti , H., & Purwaningrum, S. I. (2025). Analisis Konsentrasi PM₁₀ di Desa Rengel Akibat Penambangan Batu Kapur. Jurnal EnviScience (Environment Science), 9(1), 167–176. https://doi.org/10.30736/jev.v9i1.833

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.