Capaian Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rahuning Tahun 2025

Authors

  • Shaiecka Radya Ruslan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v10i2.989

Keywords:

sanitasi total berbasis masyarakat, open defecation free, sanitasi lingkungan

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan strategi nasional Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. Pilar pertama STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), bertujuan menghilangkan praktik buang air besar sembarangan dan mencapai status Desa/Kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian pilar Stop BABS di wilayah kerja Puskesmas Rahuning, Kabupaten Asahan, pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan data sekunder dari laporan Program STBM Puskesmas Rahuning tahun 2025. Variabel penelitian meliputi akses rumah tangga terhadap fasilitas sanitasi layak, status ODF desa, dan indikator pendukung lainnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Dari 5.371 rumah tangga, sebanyak 5.097 (94,90%) memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi layak, 235 (4,38%) menggunakan fasilitas sanitasi bersama, dan 39 (0,73%) belum memiliki fasilitas sanitasi layak. Tidak ditemukan praktik buang air besar sembarangan di seluruh wilayah penelitian. Namun, hanya tiga dari tujuh desa (42,86%) yang telah mencapai status ODF, sedangkan empat desa lainnya (57,14%) belum menyelesaikan proses verifikasi. Secara keseluruhan, capaian pilar Stop BABS tergolong baik, ditunjukkan oleh tingginya cakupan akses sanitasi layak dan tidak ditemukannya praktik buang air besar sembarangan. Meskipun demikian, diperlukan upaya untuk mempercepat proses verifikasi ODF agar seluruh desa dapat mencapai dan memperoleh pengakuan resmi sebagai desa bebas ODF.

Kata kunci: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Open Defecation Free, sanitasi lingkungan

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

2. WHO, UNICEF. Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2000–2023: Special Focus on Inequalities. Geneva: WHO; 2024.

3. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Jakarta: Kemenkes RI; 2023.

4. Wolf J, Hubbard S, Brauer M, et al. Effect of drinking water, sanitation and hygiene on health: systematic review and meta-analysis. Lancet Glob Health. 2023.

5. Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Data Program STBM Puskesmas Rahuning Tahun 2025 (data sekunder penelitian) atau Pemerintah Kabupaten Asahan. Jumlah Desa/Kelurahan Stop BABS. Satu Data Kabupaten Asahan. 2024.

6. World Health Organization. Guidelines on Sanitation and Health. Geneva: World Health Organization; 2023.

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Verifikasi Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (ODF). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

8. Syahtri P, Nuryani DD, Sari N. Metode pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS). J Ilm Kesehat. 2023;12(1):1-10.

9. Maiyasaq R, Rizyana NP, Hasnah F. Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam peningkatan kepemilikan jamban di Nagari Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2023. Applicare Journal. 2025;3(1).

10. Sinaga H. Factor yang mempengaruhi kepemilikan jamban keluarga: studi pada Program STBM di Kelurahan Bukit Jengkol Langkat. An-Nadaa J Kesehat Masy. 2025;12(2).

11. Saadah R, Safrizal, Darmawan, Musnadi J. Evaluasi pelaksanaan Program STBM Pilar Pertama Stop BABS di wilayah kerja Puskesmas Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2023;7(1).

12. Fauzi Y, Sari FM. Hubungan peran petugas dan tingkat kesejahteraan keluarga terhadap kepemilikan jamban sehat di Kabupaten Lebong. J Kesehat Lingkung Indones. 2026;25(1):70-76.

13. Agustina T, Darmawan, Saputra FF, Jihad FF, Alamsyah T. Overview implementation of the first pillar community-based total sanitation program. An Idea Health Journal. 2024;4(3).

14. Pratiningsih WA, Supriyati, Hasanbasri M. Implementation challenges of community-based total sanitation in wetland areas: a case study from Tanjung Jabung Barat. Berita Kedokteran Masyarakat. 2024;40(12).

15. Dahril, Pansori H, Theresia Y, Rohani T, Suwono I. Determinan penggunaan jamban dalam pelaksanaan Program STBM di Kecamatan Bingin Kuning Bengkulu Tahun 2023. Mitra Raflesia (Journal of Health Science). 2024;16(1).

Downloads

Published

2026-10-23

How to Cite

Ruslan, S. R. (2026). Capaian Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan dalam Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rahuning Tahun 2025. Jurnal EnviScience (Environment Science), 10(2), 138–147. https://doi.org/10.30736/jev.v10i2.989

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.