Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Beban Kerja, dan Gerakan Berulang terhadap Kejadian Carpal Tunnel Syndrome di CV. Subur Makmur Kota Malang

Authors

  • Septia Dwi Cahyani Program Studi Kesehatan Lingkungan, STIKES Widyagama Husada
  • Devita Sari Program Studi Administrasi Rumah Sakit, STIKES Widyagama Husada
  • Irfany Rupiwardani Program Studi Kesehatan Lingkungan, STIKES Widyagama Husada

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v9i2.960

Keywords:

Carpal tunnel syndrome, beban kerja, IMT, gerakan berulang

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan pada lengan tangan akibat penyempitan terowongan karpal, baik akibat edema fasia maupun akibat kelainan pada tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus. Gangguan pada saraf ini berhubungan dengan pekerja yang terpapar getaran dalam waktu lama secara berulang. Penelitian pada pekerjaan dengan risiko tinggi pada pergelangan tangan dan tangan melaporkan prevalensi CTS antara 5,6% sampai dengan 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks massa tubuh, beban kerja dan gerakan berulang terhadap keluhan carpal tunnel syndrome (CTS) pada pekerja di CV. Subur Makmur Kota Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data akan dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simpel random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan gerakan berulang berpengaruh terhadap kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan nilai signifikansi sebesar < 0,05, dan variabel beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dikarenakan nilai signifikannya > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel IMT dan Gerakan Berulang berpengaruh terhadap keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya indeks masa tubuh (IMT), beban kerja dan gerakan berulang. Agar risikonya berkurang sebaiknya perusahaan memberikan waktu istirahat bagi pekerja untuk melakukan peregangan tangan sebelum beraktifitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Cindyastira D. Intensitas Getaran dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Media Sehat Masyarakat Indonesia. 2014, Vol. 10 No.4, Halaman 234-240.

2. Amalia S, Yuliani Setyaningsih, Suroto. Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja. Jurnal Ilmiah Indonesia. 2023 Vol 8, No. 4 Halaman 2427-2441.

3. Ahmad M. Hubungan Getaran Terhadap Produktivitas dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Sebagai Variabel Intervening Pada Pekerja Konveksi Di Kota Makassar. Skripsi. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Hasanuddin, Mei tahun 2018.

4. Pratama M. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Carpal Tunnel Syndrome pada Pengemudi Ojek Online. Skripsi. Fakultas Kesehatan, Universitas Trisakti, 1 Agustus 2019.

5. Hartanti, H. F., Andi A., Anissatul F. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrom Pada Pekerja Operator Komputer Bagian Redaksi di Harian Metropolitan Bogor Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1. 2019

6. Genova, A., Olivia Dix, Asem Saefan, Mala Thakur, & Abbas Hassan. Carpal Tunnel Syndrome: A Review of Literature, PubMed Central. Vol. 3, No. 12. 2020.

7. Rohmah, S. Analisis Hubungan Faktor – Faktor Individu dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pekerja Konveksi. Seminar Nasional IENACO. Semarang. 2016.

8. Setiawati, Lintang Q.B., Isas Awwalina, Endang Dwiyanti, Moch. Sahri. Hubungan Antara Masa Kerja dan Gerakan Repetitif dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pekerja Wanita Bata Press, Vol. 2 No. 5. Halaman 160 – 170. 2022.

9. Wardana, E.R., Siswi J., & Ekawati. Faktor – Faktor yang Berhubugan dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pekerja Unit Assembling PT X Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 5. 2018.

10. Sekarsari D., Pratiwi D.P., & Amrin F. Hubungan Lama Kerja, Gerakan Repetitif dan Postur Janggal Pada Tangan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pekerja Pemecah Batu di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 6. 2017.

11. Utami U., Siti R. K., & Nurnashriana J. Hubungan Lama Kerja, Sikap Kerja dan Beban Kerja dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) Pada Petani Padi di Desa Ahuhu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 6. 2017.

12. Utamy, RT., Bina Kurniawan, Ida Wahyuni. Literature Review: Faktor Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pekerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 8, No. 5, Halaman 601 – 608. 2020.

13. Qorubullah, F. Hubungan Getaran Lengan – Tangan dengan Keluhan CTS pada Pekerja Home Industry Pandai Besi di Kec. Sokobanah Sampang. Medical Technology and Public Health Journal, Vol. 1, No. 4, Halaman 38 – 45. 2020.

14. Guan, W., Jie Lao, Yudong Gu, Xin Zhao, Jing Rui, Kaiming Gao. Case-control Study on Individual Risk Factors of Carpal Tunnel Syndrome. PubMed Central, Vol 3, No, 15. 2018.

15. Nadhifah, J. Hertanti, R. I., & Indrayani, R. Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Sortasi Daun Tembakau (Studi di Gudang Resto I Koperasi Agrobisnis Tarutama Nusantara Jember). Jurnal Kesehatan, Vol. 1, No. 6, Halaman 18 – 26. 2019.

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Cahyani, S. D., Sari, D., & Rupiwardani, I. (2026). Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Beban Kerja, dan Gerakan Berulang terhadap Kejadian Carpal Tunnel Syndrome di CV. Subur Makmur Kota Malang . Jurnal EnviScience (Environment Science), 9(2), 289–297. https://doi.org/10.30736/jev.v9i2.960

Most read articles by the same author(s)