Optimasi Waktu Maserasi pada Ekstraksi Flavonoid dari Limbah Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)

Authors

  • Erina Endah Kusuma Wardani Program Studi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan
  • Daning Kinanti Sutama Program Studi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan
  • Fenni Suryanti Program Studi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan
  • Kalimatul Khariro Program Studi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v10i1.955

Keywords:

limbah kulit jeruk, flavonoid total, waktu maserasi

Abstract

Limbah kulit jeruk berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, namun mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) serta mengkaji pengaruh waktu maserasi terhadap hasil ekstraksi. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metetanol pada variasi waktu 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kalorimetri aluminium klorida (AlCl₃) menggunakan kuersetin sebagai standar, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV–Vis pada panjang gelombang maksimum 410 nm. Hasil menunjukkan bahwa kadar flavonoid meningkat hingga mencapai nilai optimum pada 24 jam sebesar 5,13 mg QE/g, kemudian menurun pada waktu maserasi yang lebih lama. Penurunan tersebut menunjukkan adanya pengaruh mekanisme difusi pada tahap awal ekstraksi dan degradasi senyawa akibat waktu kontak yang terlalu panjang. Dengan demikian, waktu optimum untuk ekstraksi flavonoid total dari kulit jeruk nipis adalah 24 jam.

Kata Kunci : Limbah kulit jeruk; flavonoid total; waktu maserasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. C. S. E. Kandouw, I. R. Mangangka, and A. T. Mandegi, “Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Dari Sektor Sampah Menggunakan Metode IPCC di Kecamatan Wanea Kota Manado,” Tekno, vol. 23, 2025.

2. B. Singh, J. P. Singh, A. Kaur, and N. Singh, “Phenolic composition, antioxidant potential and health benefits of citrus peel,” Jun. 01, 2020, Elsevier Ltd. doi: 10.1016/j.foodres.2020.109114 .

3. Z. Li et al., “Effects of different agricultural organic wastes on soil GHG emissions: During a 4-year field measurement in the North China Plain,” Waste Management, vol. 81, pp. 202–210, Nov. 2018, doi: 10.1016/j.wasman.2018.10.008 .

4. S. Hindun, T. Rusdiana, M. Abdasah, and R. Hindritiani, “Potensi Limbah Kulit Jeruk Nipis (Citrus auronfolia) Sebagai Inhibitor Tirpsinase,” Jun. 2017.

5. D. Nurlita, M. Chatri, B. Alhusaeri Siregar, D. Handayani, and Irdawati, “Flavonoid, Alkaloid, dan Terpenoid : Senyawa Metabolit Sekunder dari Tumbuhan dan Peranannya Terhadap Perlindungan Tanaman dari Penyakit,” 2024.

6. Y. Yana et al., “Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Rendeman Pada Pembuatan Minyak Atsiri Dari Limbah Kulit Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis),” Jurnal Teknik Kimia Vokasional, vol. 4, no. 2, pp. 79–85, Sep. 2024, doi: 10.46964/jimsi.v4i2.1232 .

7. A. Noviyanty, C. Anggriani Salingkat, and Syamsiar, “Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap Total Fenolat dan Nilai IC50 Dari Ekstraksi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus),” Jurnal Pengolahan Pangan, vol. 4, no. 2, pp. 45–50, 2019.

8. S. Mujdalipah, L. Brilianty, L. Yosita, and Mardiani, “Pengaruh Konsentrasi Pelarut Pada Proses Ekstraksi Minyak Atsiri dan Jenis Kulit Lemon Lokal (Citrus limon (L.) Burm.f.) Terhadap Rendeman Minyak Atsiri dan Karakteristik Sensori Sabun Cair,” Edufortech, 2020, (Online). Available: http://ejournal.upi.edu/index.php/edufortechhttp://ejournal.upi.edu/index.php/edufortech

9. K. Khotimah, Rahmawati, and Mukarlina, “Aktifitas Antifungi Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Siam Terhadap Phytophthora sp. Im5 dari Pangkal Batang Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis var. microcarpa),” Pontianak, 2017.

10. A. Mursiany, R. Olivia Umboro, and T. Dian Anggraini, “Penetapan Kadar Flavonoid Total Infusa Rambut Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Secara Kalorimetri,” Jurnal Locus : Penelitian dan Pengabdian, vol. 2, no. 12, pp. 1191–1200, Jan. 2024, doi: 10.58344/locus.v2i12.2354.

11. Q. Wasilah and P. Hermien Suharti, “Pengaruh Lama Maserasi Kulit Jeruk Nipis Terhadap Antiseptik Pada Pembuatan Hand Sanitizer Gel,” Jurnal Teknologi Separasi, vol. 2022, no. 4, pp. 685–694, Dec. 2022, (Online). Available: http://distilat.polinema.ac.id

12. C. Setyabudi, S. Tanda, W. I. Santosa, and F. E. Soetaredjo, “Studi In Vitro Ekstrak Kulit Jeruk Purut Untu Aplikasi Terapi Diabetes Melitus,” Jurnal Ilmiah Widya Teknik, vol. 14, May 2015.

13. A. Yulianingtyas and B. Kusmartono, “Optimasi Volume Pelarut dan Waktu Maserasi Pengambilan Flavonoid Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.),” Yogyakarta, Apr. 2016.

14. D. Aprida Asendy, I. Wayan Rai Widarta, and K. Ayu Nocianitri, “Pengaruh Waktu Maserasi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Jeruk Lemon (Citrus limon),” Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, vol. 7, no. 3, pp. 102–109, Oct. 2018.

15. Ni Putu, A. S. (2026). Perbandingan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Ekstrak Etanol 96% Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) secara In-Vitro.

Downloads

Published

2026-04-25

How to Cite

Wardani, E. E. K., Sutama, D. K., Suryanti, F., & Khariro, K. (2026). Optimasi Waktu Maserasi pada Ekstraksi Flavonoid dari Limbah Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia). Jurnal EnviScience (Environment Science), 10(1), 43–50. https://doi.org/10.30736/jev.v10i1.955

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.