Pengaruh Jenis Atraktan Terhadap Kepadatan Nyamuk Stadium Dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475

Authors

  • William Nata Universitas Ciputra
  • Hebert Adrianto Departemen Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Kota Surabaya
  • Olivia Tantana Departemen Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Kota Surabaya
  • Hanna Tabita Hasianna Silitonga Departemen Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Kota Surabaya
  • Antonius Yansen Suryadarma Departemen Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Kota Surabaya
  • Jonsen Subagio Departemen Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Kota Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30736/jev.v10i1.972

Keywords:

nyamuk, atraktan, kepadatan, air rendaman jerami, fermentasi air gula merah

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan manusia. Salah satu metode yang digunakan untuk menarik nyamuk yaitu penggunaan atraktan yang menghasilkan bau senyawa volatil yang khas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepadatan nyamuk berdasarkan jenis dan jenis kelamin serta mengetahui pengaruh penggunaan jenis atraktan (air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah) terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di lingkungan sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan rancangan posttest-only control group design. Waktu penelitian adalah Juli hingga Desember 2025. Pengambilan sampel diambil di SD Negeri Made 1 No. 475. Pengambilan sampel dilakukan 9 kali menggunakan light trap. Perlakuan pemberian atraktan berupa air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah. Nyamuk yang tertangkap diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan jenis serta jenis kelamin nyamuk sebelum dilakukan analisis data. Hasil menunjukkan hanya Culex sp. yang terperangkap (237 individu), dengan distribusi jantan 133 dan betina 104. Analisis statistik (Kruskal-Wallis untuk jantan, ANOVA untuk betina) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis nyamuk yang ditemukan yaitu Culex sp. kelamin jantan dan betina. Selain itu, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan atraktan terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475.

Kata kunci: nyamuk; atraktan; kepadatan; air rendaman jerami; fermentasi air gula merah

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Dinata A. Bersahabat dengan Nyamuk: Jurus Jitu Atasi Penyakit Bersumber Nyamuk. 2nd ed. Kabupaten Pangandaran: Penerbit Arda Publishing; 2018.

2. Prameswarie T, Ramayanti I, Hartanti MD, Ambarita L, Umar M, Athallah MA. Pelatihan Pembuatan Ovitrap Nyamuk Aedes sp. dan Atraktan Fermentasi sebagai Upaya Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Madaniya. 2024;5(3):797–803. doi:10.53696/27214834.828

3. Kurniawan E, Dewi NU. Uji Efektivitas Atraktan Berbahan Hasil Fermentasi Terhadap Jumlah dan Daya Tetas Telur Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung. 2022 May 30;14(1):30–41. doi:10.34011/juriskesbdg.v14i1.2009

4. Chandrasegaran K, Lahondère C, Escobar LE, Vinauger C. Linking Mosquito Ecology, Traits, Behavior, and Disease Transmission. Trends Parasitol. 2020 Apr 1;36(4):393–403. doi:10.1016/j.pt.2020.02.001

5. Aliyyu H, Riani SN, Ferlianti R. Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue Pada Usia Anak Sekolah di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Tahun. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian. 2023 Oct 21;2(10):978–86. doi:10.58344/locus.v2i10.1813

6. Saputra R, Gemala M, Oktarizal H. Pemanfaatan Fermentasi Singkong, Air Tebu, Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trapping) Sebagai Atraktan Perangkap. Jurnal Kesehatan Perintis. 2022;9(1):23–30. doi:10.33653/gnvys707

7. Wahyuningsih EA, Irmanda L, Wisnu Y, Aji K, Hidayat R, Septiana Anindita N. Pengaruh lama fermentasi, penambahan ragi dan konsentrasi gula pada tape ketan. LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta. 2023 Jul 22;1:96–101.

8. Rakhman A, Budi Prastiani D, Putri S, Khodijah. Efektifitas Ovitrap Dengan Atraktan Air Rendaman Jerami sebagai Perangkap Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2023;14(1):41–9. doi:10.58344/locus.v2i10.1813

9. Djiappi-Tchamen B, Nana-Ndjangwo MS, Nchoutpouen E, Makoudjou I, Ngangue-Siewe IN, Talipouo A, et al. Aedes Mosquito Surveillance Using Ovitraps, Sweep Nets, and Biogent Traps in the City of Yaoundé, Cameroon. Insects. 2022 Sep 1;13(9). doi:10.3390/insects13090793

10. Karimah ANA, Martini M, Udijono A, Sutiningsih D. Kepadatan Populasi Aedes sp. Di Kelurahan Tambakreja Kota Cilacap Menggunakan Ovitrap Atraktan Air Rendaman Jerami. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat. 2022 Jul 30;2(3):102–7. doi:10.14710/jrkm.2022.14985

11. Jobe NB, Huijben S, Will JB, Townsend J, Paaijmans KP. Comparing The Efficiency of Different Carbon Dioxide Sources In Collecting Mosquito Vector Species On The Tempe Campus of Arizona State University. J Am Mosq Control Assoc. 2023;39(2):142–5. doi:10.21098/bemp.v11i2.237

12. Manda, Mulyani. Dampak Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem terhadap Dinamika Penularan Demam Berdarah Dengue: Sebuah Tinjauan Literatur. MEJORA : Medical Journal Awatara. 2025;3(1):98–102. doi:10.61434/mejora.v3i1.288

13. Tahir F, Bansal D, ur Rehman A, Ajjur SB, Skariah S, Belhaouari SB, et al. Assessing the impact of climate conditions on the distribution of mosquito species in Qatar. Front Public Health. 2023 Jan 16;10. doi:https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.970694

14. Nurjanah S, Atmowidi T, Hadi UK, Solihin DD, Priawandiputra W, Meidaliyantisyah. Habitat Preference of Aedes aegypti and Aedes albopictus: a Case Study on Dengue Endemic Areas of Sumatera, Indonesia. Philipp J Sci. 2023 Jun;152(3):1007–14. doi:10.56899/152.03.21

15. Lopez-Solis AD, Solis-Santoyo F, Saavedra-Rodriguez K, Sanchez-Guillen D, Castillo-Vera A, Gonzalez-Gomez R, et al. Aedes aegypti, Ae. albopictus and Culex quinquefasciatus Adults Found Coexisting in Urban and Semiurban Dwellings of Southern Chiapas, Mexico. Insects. 2023 Jun 1;14(6). doi:10.3390/insects14060565

16. Hidayati L. Evaluasi Penangkapan Nyamuk Dewasa Menggunakan Metode Human Landing Colection (HLC). ARMADA:Jurnal Penelitian Multidisiplin. 2023 Feb;1(2):77–84. doi:10.55681/armada.v1i1.364

17. Kim DY, Leepasert T, Bangs MJ, Chareonviriyaphap T. Evaluation of mosquito attractant candidates using a high-throughput screening system for Aedes aegypti (L.), Culex quinquefasciatus say. and Anopheles minimus theobald (diptera: Culicidae). Insects. 2021;12(6). doi:10.3390/insects12060528

18. Az Zhara A, Ratnasari A, Rahman Jabal A, Augustina I. Habitat Larva Mansonia Spp. Di Desa Henda Kabupaten Pulang Pisau Sebagai Vektor Filariasis Di Kalimantan. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. 2025 Jun;20(1):80–7. doi:10.32382/medkes.v20i1

19. Ferreira Saraiva J, Fernanda Dos Santos Barroso E, Fernandes Santos Neto N, Virginia Rabelo Furtado N, Pires Carvalho D, Augusto Ribeiro K, et al. Oviposition Activity of Mansonia Species In Areas Along The Madeira River, Brazilian Amazon Rainforest. J Am Mosq Control Assoc. 2023;39(1):52–6. doi:10.2987/22-7099

Downloads

Published

2026-04-25

How to Cite

Nata, W., Adrianto, H., Tantana, O., Silitonga, H. T. H., Suryadarma, A. Y., & Subagio, J. (2026). Pengaruh Jenis Atraktan Terhadap Kepadatan Nyamuk Stadium Dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475. Jurnal EnviScience (Environment Science), 10(1), 74–87. https://doi.org/10.30736/jev.v10i1.972

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.